Home / Artikel Islam / Pemuda Yang Bersemangat “Sumpah Pemuda”

Pemuda Yang Bersemangat “Sumpah Pemuda”

 

Hancurnya umatku ditangan PEMUDA YANG BODOH.(HR.Bukhari)

Sebagian besar anak-anak muda mengatakan “masa muda adalah masa untuk berfoya-foya,untuk bersenang2”,sehingga saat ini terbukti dengan terjadinya degradasi moral,merajalelanya kemaksiatan,kenakalan remaja,dan bahkan pergaulan bebas.Jika keadaan telah demikian rusaknya,maka patutlah kita tinggal menunggu ‘kerusakan’ dan punahnya umat ini.Rasulullah SAW telah memperingatkan kita dengan sabdanya:

قال النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: هَلَاك أُمَّتِي عَلَى يَدَيْ أُغَيْلِمَةٍ سُفَهَاءَ

“Nabi SAW bersabda: ‘Hancurnya umatku ditangan PEMUDA YANG BODOH.” (HR.Bukhari)

Nasehat Rasulullah kepada para pemuda

Dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah menasehati seorang sahabat bernama ‘Abdullah bin ‘Umar ketika saat itu ia masih berusia 12 tahun,Rasulullah SAW bersabda:

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ , أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ

“Hiduplah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara.” (HR. Bukhari)

Dalam hadits lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا لِى وَمَا لِلدُّنْيَا مَا أَنَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

“Apa peduliku dengan dunia?! Tidaklah aku tinggal di dunia melainkan seperti musafir yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu musafir tersebut meninggalkannya.” (HR. Tirmidzi )

Nabi menasehatkan kepada kita semua bahwa kehidupan dunia adalah tempat persinggahan untuk mempersiapkan bekal kehidupan yang akan datang.Inilah tuntutan bagi kita pemuda saat ini untuk menjadi pemuda yang PANDAI;

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

“Orang yang pandai adalah orang yang mengkoreksi dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.” (HR.Tirmidzi)

Inilah nasehat dari Rasulullah SAW agar para generasi penerus,para pemuda mempunyai semangat dalam kebaikan dan segala sesuatu yang bernilai ibadah kepada Allah. Maka jangan tunda lagi kesempatan yang ada ini,sabda Rasulullah SAW:

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara :Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim)

Dan ingat,sebagai pemuda yang PANDAI tidak lah menghabiskan masa mudanya untuk berfoya-foya dan terlena dengan dunia,ingatlah Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu telah memberi petuah kepada kita,

ارْتَحَلَتِ الدُّنْيَا مُدْبِرَةً ، وَارْتَحَلَتِ الآخِرَةُ مُقْبِلَةً ، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا بَنُونَ ، فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الآخِرَةِ ، وَلاَ تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا ، فَإِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلاَ حِسَابَ ، وَغَدًا حِسَابٌ وَلاَ عَمَلَ

“Dunia itu akan pergi menjauh. Sedangkan akhirat akan mendekat. Dunia dan akhirat tesebut memiliki anak. Jadilah anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hari beramal dan bukanlah hari perhitungan (hisab), sedangkan besok (di akhirat) adalah hari perhitungan (hisab) dan bukanlah hari beramal.” (HR. Bukhari)

Dengan semangat “sumpah pemuda” maka manfaatkan semangat itu untuk beramal kebaikan dan mempersungguh ibadah kepada-Nya dan tercapainya Trisukses Generasi Muda Untuk Kejayaan Bangsa

1.Menjadi pemuda yang ‘alim & faqih

2.Menjadi pemuda yang berakhlakul karimah

3.Menjadi pemuda yang mandiri

Agar kelak diakhirat mendapat naungan Allah dan mulia disisi-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ … وَشَابٌّ نَشَأَ فِى عِبَادَةِ رَبِّهِ»

“Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah …” (HR.Muslim)

Semoga Allah senantiasa memberikan taufiq-Nya sehingga kita semua dapat memperbaiki ibadah kepada-Nya.

جَزَاكُم اللَّهُ خَيْرًا

About 4dmin

Check Also

Keutamaan shalat berjamaah dan ancaman bagi yang meninggalkan shalat berjamaah

  Shalat berjamaah lebih utama 27 derajat daripada shalat sendirian.(HR.Muslim) Shalat merupakan kewajiban yang tidak ...

Tinggalkan Balasan