Home / Artikel Islam / Keutamaan shalat berjamaah dan ancaman bagi yang meninggalkan shalat berjamaah

Keutamaan shalat berjamaah dan ancaman bagi yang meninggalkan shalat berjamaah

Keutamaan shalat berjamaah

 

Shalat berjamaah lebih utama 27 derajat daripada shalat sendirian.(HR.Muslim)

Shalat merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan,shalat merupakan ibadah yang paling disenangi oleh Allah dan merupakan pertamanya amal yang akan dihisab oleh Allah dihari kiamat nanti,berikut beberapa keutamaan shalat berjamaah dan juga ancaman bagi yang tidak melaksanakan shalat berjamaah.

Kefadholan Shalat berjamaah

1. Shalatnya dilipatkan 27 derajat mengalahkan shalat sendirian

عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم، قَالَ : صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً

Artinya : Dari Ibnu Umar sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : Shalat berjamaah lebih utama 27 derajat daripada shalat sendirian.(HR.Muslim)

2. Dosa-dosanya diampuni oleh Allah

عَنْ عُثْمَانْ بْنِ عَفَّانَ، أَنَّهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ تَوَضَّأَ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ مَشَى إِلَى صَلَاةٍ مَكْتُوْبَةٍ فَصَلَّاهَا مَعَ الإِمَامِ، غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ

Artinya : Dari Utsman ibn Affan sesungguhnya dia berkata : aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : barang siapa yang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian dia berjalan menuju shalat wajib lalu mengerjakan bersama imam (berjamaah) maka diampuni dosa-dosanya. (HR.Ibnu Khuzaimah)

3. Jika bisa merutinkan selama 40 hari, maka dibebaskan dari neraka dan kemunafikan.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه و سلم : مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا فِيْ جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيْرَةَ الْأُولَى كُتِبَ لَهُ بَرَاءَتَانِ : بَرَاءَةٌ مِنْ النَّارِ، وَ بَرَاءَةٌ مِنْ النِّفَاق

Artinya: Dari Anas bin Malik dia berkata: Rasulullah SAW bersabda : barang siapa yang shalat karena Allah selama 40 hari dengan berjamaah, dia menjumpai takbirotul ihrom (bersama imam) maka di tulis untuknya dua kebebasan : bebas dari neraka dan bebas dari kemunafikan.(HR.Tirmidzi)

4. Jika dapat mengerjakan shalat isya’ dan subuh secara berjamaah maka mendapat pahala seperti shalat semalam suntuk

قَالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم : مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِيْ جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَمَنْ صَلَّى الصُبْحَ فِيْ جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّه

Artinya:Rasulullah SAW bersabda barang siapa yang shalat isya’ berjamaah maka seakan-akan berdiri berdiri shalat separuh malam, dan barang siapa yang shalat subuh berjamaah maka seakan-akan dia berdiri shalat semalam suntuk (HR.Muslim)

Ancaman bagi yang tidak melaksanakan shalat berjamaah

1. Tidak diterima Shalatnya (gugur kewajiban shalatnya, tapi tidak ada pahalanya)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ قَالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم : مَنْ سَمِعَ الْمُنَادِيَ فَلَمْ يَمْنَعْهُ مِنَ التِّبَاعِهِ عُذْرً، قَالُوْا : وَمَا الْعُذْرُ؟ ، قَالَ : خَوْفٌ أَوْ مَرَضٌ، لَمْ تُقْبَلْ مِنْهُ الصَّلَاةُ الَّتِيْ صَلَّى

Artinya : Dari Ibnu abbas dia berkata, Rasulullah SAW bersabda : barang siapa yang mendengar muadzin adzan lalu tidak ada udzur yang menghalangi untuk mendatangi adzan tersebut (para sahabat berkata apakah yang dimaksud udzur? , Nabi menjawab : rasa takut atau sakit) maka tidak di terima darinya Shalat yang telah dia kerjakan. (HR.Abudaud)

2. Dirusak dan disesatkan oleh setan

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِيْ قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فَيْهَمُ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدِ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ، فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْ كُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ.

Artinya : Dari Abu Darda’ dia berkata : aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : tidak ada tiga orang yang berada dalam sebuah desa atau hutan yang tidak di dirikan shalat berjamaah di antara mereka kecuali setan sungguh-sungguh menyambar mereka, maka tetapilah shalat berjamaah, sesungguhnya serigala itu memakan seekor kambing yang menyendiri. (HR.Abudaud)

3. Tidak aman dari sifat kemunafikan dan kesesatan

عَنْ عَبْدِاللهِ قَالَ : مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَلْقَى اللهَ غَدًا مُسْلِمًا، فَلْيُحَافِظْ عَلَى هَؤُلَاءِ الصَّلَوَاتِ حَيْثُ يُنَادَى بِهِنَّ، فَإِنَّ اللهَ شَرَعَ لِنَبِيِّكُمْ صلى الله عليه وسلم سُنَنَ الْهُدَى، وَإِنَّهُنَّ مِنْ سُنَنِ الْهُدَى، وَلَوْ أَنَّكُمْ صَلَّيْتُمْ فِيْ بُيُوْتِكُمْ كَمَا يُصَلِّيْ هَذا الْمُتَخَلِّفُ فَيْ بَيْتِهِ، لَتَرَكْتُمْ سُنَّةَ نَبِيِّكُمْ، وَلَوْ تَرَكْتُمْ سُنَّةَ نَبِيَّكُمْ لَضَلَلْتُمْ، وَمَا مِنْ رَجُلٍ يَتَطَهَّرُ فَيُحْسِنُ الطُّهُوْرَ، ثُمَّ يَعْمِدُ إِلَى مَسْجِدٍ مِنْ هَذِهِ الْمَسَاجِدِ، إِلَّا كَتَبَ اللهُ لَهُ بِكُلِّ خَطْوَةٍ يَخْطُوْهَا حَسَنَةً، وَيَرْفَعُهُ بِهَا دَرَجَةً، وَيَحُطُّ عَنْهُ بِهَا سَيِّئَةً، وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إَلَّا مُنَفِقٌ مَغْلُومُ النِّفَاقِ، وَلَقَدْ كَانَ الرَّجُلُ يُؤْتَى بِهِ يُهَادَى بَيْنَ الرَّجُلَيْنَ حَتَّى يُقَامَ فَيْ الصَّفِّ.

Artinya : dari Abdillah dia berkata : barang siapa yang senang bertemu Allah besok (hari qiamat) dalam keadaan sebagai seorang muslim, maka hendaklah menjaga shalat-shalat ini di mana saja ada panggilan shalat, sesungguhnya Allah telah membuat syariat untuk nabi kalian pada beberapa jalan petunjuk dan shalat-shalat tersebut termasuk didalamnya. Jika kalian sholat di rumah-rumah kalian seperti orang2 yang tertinggal shalat didalam rumahnya maka kalian meninggalkan sunah nabi kalian, jika kalian meninggalkan sunah nabi maka kalian sungguh sesat.
Dan tidak ada laki-laki yang berwudhu dan memperbaiki wudhunya lalu sengaja menuju ke masjid dari beberapa masjid ini, kecuali Allah menulis untuknya dari setiap langkahnya satu kebaikan dan Allah mengangkat untuknya satu derajat serta Allah menghapus darinya satu kesalahan. Sungguh kami berpendapat (pada zaman nabi) orang yang meninggalkan sholat berjamaah tidak ada lain kecuali orang munafiq yang jelas kemunafikannya. Dan sungguh ada seorang laki-laki di datangkan kemasjid dengan di papah oleh orang sampai ditempatkan berdiri di dalam shof (shalat berjamaah di masjid). (HR.Muslim)

4. Diancam dibakar rumahnya

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولُ الله صلى الله عليه و سلم قَالَ : وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْطَبَ، ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَيُؤَذِّنَ لَهَا، ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيَؤُمَّ النَّاسَ، ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ، فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوْتَهُمْ، … الحديث.

Artinya : Dari Abu Hurairah sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : demi dzat yang diriku di tangannya dzat (demi Allah) sesungguhnya aku sengaja akan memerintahkan agar kayu bakar dikumpulkan, kemudian aku perintahkan agar shalat di qomati, lalu aku memerintahkan seorang laki-laki mengimami shalat pada manusia, kemudian aku menyelisihi (tidak ikut shalat berjamaah) untuk menuju beberapa orang laki-laki (yang tidak shalat berjamaah) maka aku akan membakar rumah-rumah mereka. (HR.Bukhari)

5. Diancam masuk neraka

قَالَ مُجَاهِدٌ، وَسُئِلَ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ رَجُلٍ يَصُوْمُ النَّهَارَ وَيَقُوْمُ الَّيْلَ، لَا يَشْهَدُ جُمْعَةً وَلَا جَمَاعَةً؟ فَقَالَ: هُوَ فَي النَّارِ

Artinya: Mujahid berkata : Ibnu Abbas ditanya tentang seorang laki-laki yang berpuasa di siang hari dan berdiri shalat di waktu malam tetapi dia tidak mendatangi shalat jumat dan shalat berjamaah? Maka Ibnu Abbas berkata : dia masuk neraka. (HR.Tirmidzi)

Semoga Allah memberi taufiq-Nya kepada kita semua sehingga kita bisa mampu melaksanakan shalat berjamaah di masjid.

• Ust.Anam Azhari (Ketua Bidang Pendidikan dan Dakwah LDII Nunukan)

About 4dmin

Check Also

Pemuda Yang Bersemangat “Sumpah Pemuda”

  Hancurnya umatku ditangan PEMUDA YANG BODOH.(HR.Bukhari) Sebagian besar anak-anak muda mengatakan “masa muda adalah ...

Tinggalkan Balasan