Home / Artikel Islam / Agar Keimanan Selalu dalam diri kita (2)

Agar Keimanan Selalu dalam diri kita (2)

 

agung

2. MENGAGUNGKAN

Hati dan keimanan kita semua dalam genggaman-Nya,

Sabda Rasul SAW;

إِنَّ قُلُوبَ بَنِي آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ

“Sesungguhnya hati semua manusia berada di antara dua jari dari jari jari Allah Yang Maha Pengasih, Allah Subhanahhu wa Ta’ala akan memalingkan hati manusia menurut kehendak-Nya.” (HR.Muslim)

Agar Hidayah keimanan selalu tetap dalam diri kita dan Allah tidak memalingkan hati kita dari keimanan maka wajib kita MENGAGUNGKAN.

Mengagungkan yang dimaksud adalah mengagungkan terhadap hidayah keimanan yang telah Allah anugrahkan pada kita.Karena kita sadari atau tidak ternyata hidayah keimanan ini merupakan tanda cinta Allah kepada kita, dan Allah hanya mengkhususkan cintanya kepada orang2 yang dikehendaki-Nya.

Firman Allah;

وَاللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَن يَشَاءُ

“Dan Allah mengkhususkan rahmat-Nya kepada orang2 yang Allah kehendaki” (QS.Al-Baqarah:5)

Sabda Rasullullah SAW;

وَلَا يُعْطِي الدِّينَ إِلَّا لِمَنْ أَحَبَّ، فَمَنْ أَعْطَاهُ اللهُ الدِّينَ فَقَدْ أَحَبَّهُ

“Dan Allah tidaklah memberi nikmat agama melainkan hanya kepada orang2 yang Allah cintai,maka barang siapa yang diberi nikmat agama oleh Allah berarti Allah cinta padanya.” (HR.Ahmad)

Karena itu wajib kita untuk mengagungkan pada cinta-Nya yaitu hidayah keimanan.Kita wajib menomorsatukan hidayah (agama) dari pada urusan apapun yang sifatnya duniawi.

Sabda Rasullullah SAW:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Tidaklah salah seorang dari kalian beriman hingga aku (Nabi) lebih dia cintai daripada anaknya, orang tuanya dan manusia semuanya.”(HR.Muslim)

عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

“Tiga perkara jika itu ada pada seseorang maka ia akan merasakan manisnya iman; orang yang mana Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, mencintai seseorang yang ia tidak mencintainya kecuali karena Allah, dan benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran tersebut sebagaimana ia benci dimasukkan api.”(HR.Muslim)

Maka kita wajib mengagungkan hidayah-Nya agar Keimanan ini selalu ada dalam diri kita,utamakan urusan ibadah,nomorsatukan urusan Allah Rasul dari pada urusan duniawi,karena itu adalah bukti bahwa kita bertakwa kepada Allah;

وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

“Dan Barang siapa yang mengagungkan pada syia’airullah (tanda keagungan Allah) sesungguhnya demikian itu adalah ketakwaan hati.” (QS.Al-hajj:32)

Sebaliknya jika kita lebih mengutamakan urusan yang sifatnya duniawi daripada urusan agama (Allah & Rasul) maka itu tanda bahwa kita tidak mengagungkan hidayah keimanan dan tanda kita bukanlah hamba-Nya yang bertakwa, Allah mengancam dengan siksa;

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

“Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya[siksanya].” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS.At-taubah:24)

Semoga Allah senantiasa menjaga kita selalu dalam hidayah keimanan,dan Allah memberi pertolongan kepada kita semua agar dapat menjaga dan mengagungkan hidayah-Nya. آمِيّنْ

جَزَاكُم اللَّهُ خَيْرًا

•Ust.Anam Azhari

About 4dmin

Check Also

Keutamaan shalat berjamaah dan ancaman bagi yang meninggalkan shalat berjamaah

  Shalat berjamaah lebih utama 27 derajat daripada shalat sendirian.(HR.Muslim) Shalat merupakan kewajiban yang tidak ...

Tinggalkan Balasan